Angka Kematian Pasien Covid-19 Melonjak, Pesanan Peti Jenazah Meningkat

Sebuah peti  jenazah yang sudah jadi dan siap diantar ke para pemesan khususnya rumah sakitnya. ( Foto:  Lutfi Setia Rafsanjani/ANTV)
Sebuah peti jenazah yang sudah jadi dan siap diantar ke para pemesan khususnya rumah sakitnya. ( Foto: Lutfi Setia Rafsanjani/ANTV) (Foto : )
Permintaan pesanan peti jenazah terus meningkat, seiring meningkatnya angka kematian pasien covid-19. Sejumlah pengrajin peti mati pun kewalahan memehuhi pesanan. Angka kematian pasien Covid-19 di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, terus meningkat menyusul lonjakan jumlah kasus covid-19 setiap harinya.Angka kematian yang terus meroket itu, berdampak makin bertambahnya permintaan peti mati yang dipesan di sejumlah rumah sakit.Peningkatan pesanan peti jenazah ke berbagai rumah sakit rujukan covid-19 di Kota Bandung terjadi sejak awal bulan Juni 2021.Pengrajin peti mati di Cibeusi, Kecamatan Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Yusuf Supriyatna mengaku, pihaknya sampai kewalahan untuk memenuhi pesanan.Peningkatan permintaan pesanan peti mati sangat signifikan sampai 80 persen atau 12 peti per hari dibandingkan bulan sebelumnya .“Ada peningkatan, terutama langganan saya yang sekarang lagi ngurus pasien covid-19. Permintaan sangat banyak. Dalam satu hari, pesanan akan peti mati 12 sampai 14 unit,” tegas Yusuf.Dalam kondisi normal, tambah Yusuf, hanya membuat 6 sampai 11 unit pesanan dalam satu minggu.Namun, tempat usahanya kini membuat sampai 14 unit peti mati dalam sehari. Sedangkan dalam satu minggu, tempat usahanya bisa membuat 70  sampai 80 unit.Kondisi ini, yang membuat sejumlah pegawai yang bekerja untuk menyelesaikan pesanan, harus menggunakan waktu lebih, lantaran jumlah pegawai yang tidak terlalu banyak."Saya tambah yang kerja karena permintaan yang banyak kita sampai bisa lembur kerja tidak tidur. Soalnya pengerjaan untuk satu peti itu saja dikerjakan selama 3 sampai 4 jam,"  ujarnya.Untuk saat ini, Yusuf hanya dapat memenuhi pesanan dengan jarak yang tidak terlalu jauh. Mengingat kurangnya tenaga kerja untuk dapat menyelesaikan pengerjaan peti jenazah ini[caption id="attachment_476229" align="alignnone" width="900"] Sejumlah perajin sedang menyelesaikan pembuatan peti jenazah di Dusun Sukajadi, Desa Cibeusi, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. ( Foto: Lutfi Setia Rafsanjani/ANTV) Sejumlah perajin sedang menyelesaikan pembuatan peti jenazah di Dusun Sukajadi, Desa Cibeusi, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. ( ANTV/ Lutfi Setia Rafsanjani). [/caption]Bahan baku yang digunakan, menurut  Yusuf, memakai bahan partikel atau serbuk kayu agar lebih ringan dalam proses pemakaman.  Sementara, soal harga setiap peti jenazah bervariasi."Harga peti jenazah saya jual dengan harga Rp 2,5 juta dengan ukuran standar 2 meter. Untuk ukuran anak standar dari 60 centimeter, 80 centimeter, hingga satu meter dihargai mulai dari Rp 800 ribu hingga Rp 1,5 juta," ucapnya.Peti jenazah umumnya di pesan pihak rumah sakit. Namun tidak sedikit untuk pribadi yang sudah memesan peti jenazah.Berdasarkan data angka kematian pasien covid-19 di Jawa Barat terus meningkat.  Selama 10 hari terakhir, tercatat 653 kasus kematian akibat covid-19 di Jawa Barat.Sampai 29 Juni 2021, tercatat total 5.262 kasus kematian di Jabar, setelah bertambah 112 kasus pada hari itu yang menjadi penambahan kasus kematian tertinggi di Indonesia. Lutfi Setia Rafsanjani | Sumedang, Jawa Barat