Polisi Pukuli Warga yang Antre Beli Miras Saat India Longgarkan Lockdown

Polisi Pukuli Warga yang Antre Beli Miras Saat India Longgarkan Lockdown
Polisi Pukuli Warga yang Antre Beli Miras Saat India Longgarkan Lockdown (Foto : )
Polisi India memukuli orang-orang yang antre membeli miras dan mengabaikan aturan jarak sosial sesuai kebijakan lockdown yang diterapkan pemerintah India. Pemerintah India mulai melonggarkan aturan lockdown untuk pencegahan virus corona. Namun, hal ini justru dimanfaatkan warga untuk mengantre membeli miras dan mengabaikan aturan jarak sosial. Polisi pun tak tinggal diam dan mengambil tindakan tegas.Dilansir dari AFP, Selasa (5/5/2020) polisi kemudian menganyunkan tongkat lathi (bambu keras) untuk memukul orang-orang yang berdesak-desakan membeli minuman beralkohol itu.“Kami telah menyendiri selama lebih dari sebulan,” kata salah seorang warga yang antre membeli miras di Kolkata, Asit Banerjee (55). “Alkohol akan memberi kita energi untuk menjaga jarak sosial selama pandemi,” lanjutnya.Polisi dengan bebas mengayunkan tongkat lathi di New Delhi dan kota-kota lain untuk mengendalikan massa. Di tempat-tempat seperti Ghaziabad, di negara bagian Uttar Pradesh, polisi segera menutup toko-toko usai mereka membuka antrean panjang orang-orang bermasker yang berliku-liku di sekitar blok.“Salah satu toko dibuka di pagi hari tetapi bentrokan pecah ketika banyak orang berkumpul,” kata seorang petugas polisi di Ghaziabad.Untuk diketahui, penjualan minuman beralkohol adalah sumber utama pendapatan pajak. Sebuah media lokal melaporkan bahwa pemerintah Delhi mengatakan Senin (4/5/2020) malam akan memasukkan “biaya corona khusus” 70 persen pada penjualan minuman keras mulai Selasa (5/5/2020) untuk meningkatkan pendapatan karena terkena dampak pandemi.Pemerintah memuji penutupan ketat hampir semua kegiatan sejak akhir Maret, dan melaporkan penghitungan resmi kasus corona menjadi 42.500, dengan sekitar 1.400 kematian. India merupakan negara dengan populasi terbesar kedua di dunia dengan jumlah penduduk mencapai 1,3 miliar jiwa.Namun penutupan itu juga mengakibatkan kesengsaraan bagi jutaan pekerja di sektor informal India yang tiba-tiba kehilangan pekerjaan. Kondisi ini memberikan pukulan besar bagi perekonomian negara itu.