PSSI Jateng Apresiasi Gelaran Piala Dunia U17, Dimaknai Sebagai Contoh Para Pemain Usia Dini

Jerman Juara Fifa U-17 World Cup (Foto : Rangga/ANTVklik.com)

Selain itu, menurut pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi ini, banyak pelajaran yang bisa dipetik dari sejumlah pertandingan antar timnas negara.

Dia mencontohkan laga Timnas Mali lawan Prancis di partai semifinal yang digelar di Stadion Manahan Solo.

Kala itu, Mali yang sudah unggul 1-0, namun lantaran salah satu pemainnya terkena kartu merah, akhirnya dikalahkan Prancis dengan skor 1-2.

“Banyak kejadian yang bisa dilihat dan dijadikan pelajaran bagi adik-adik di SSB kita, contohnya Mali yang bermain bagus tapi ada yang emosional dan terkena kartu merah, akhirnya bermain dengan 10 pemain dan kalah, tidak lolos final,” terangnya.

Di samping soal pembinaan pemain, efek perekonomian masyarakat setempat juga ikut memperoleh dampak yang cukup positif.

“Dari sisi ekonomi memang memang luar biasa, Hotel di Solo penuh terus, tentu juga berdampak positif bagi UMKM setempat. Jadi Piala Dunia U-17 ini sukses besar,” tutur Yoyok yang juga anggota Komisi X DPR RI ini.

Melihat kesuksesan ajang dunia ini, Yoyok ingin turnamen-turnamen internasional bisa merembet ke wilayahnya di Semarang.