Netizen Paksa Fahri Hamzah Mengaku Apa yang Dilakukan Saat ‘PENSIUN’

Netizen yang hadir dalam acara “Ngopi Bareng Fahri” di Bandung, Jawa Barat, berhasil memaksa Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah membuat pengakuan tentang kelanjut (Foto : )

www.antvklik.com - Netizen yang hadir dalam acara “Ngopi Bareng Fahri” di Bandung, Jawa Barat,  berhasil memaksa Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah membuat pengakuan tentang kelanjutan karier politiknya saat ‘pensiun’ dari tugasnya di Senayan.Seorang hadirin bernama Fauzan, dengan nada agak tersedu, memprotes keinginan Fahri Hamzah mundur dari gelanggang politik.  Menanggapi protes itu, Fahri Hamzah mengatakan dirinya tak mungkin berhenti dari dunia politik demi membantu masyarakat Indonesia.“Dalam darah saya ada api, tak mungkin saya berhenti membantu masyarakat Indonesia menemukan jodoh pemimpinnya. Saya akan serius ada di tim eksekutif, pemimpin Indonesia berikutnya,” kata Fahri.Protes Fauzan, hadirin dalam acara “Ngopi Bareng Fahri” itu muncul karena sebelumnya Ia menonton acara dialog di salah satu stasiun televisi, Fahri Hamzah sempat mengaku dirinya tidak akan lagi maju sebagai legislator baik di DPR maupun DPD.“Saya tidak akan maju lagi melalui DPR maupun DPD. Apa yang sedang kita perjuangkan (terkait UU MD3) yang akan memperkuat suara keterwakilan rakyat melalui parlemen ini tidak akan saya nikmati,” kata Fahri Hamzah, saat itu.Sudah sekitar 20 tahun, Ia telah menjalani hidupnya di dunia politik. Dimulai ketika menjadi politisi jalanan, menumbangkan orde baru dan melahirkan reformasi tahun 1998, kemudian melanjutkan karir politik formal di MPR dan DPR.Warna dan arus tersendiri yang diciptakannya dalam kancah politik nasional memang memicu publik mendengar dan menguji langsung pandangan-pandangannya.  Dalam dialog terbuka, tanya tentang KPK, UU MD3, kepemimpinan nasional, dan apa karir selanjutnya si “Singa Senayan”, kerap mengemuka.Fahri mengatakan bahwa forum terbuka seperti acara ngopi itu jangan jadi seremoni semata, namun harus menjadi ajang adu pemikiran dan gagasan untuk para Capres (Calon Presiden). Ia pun bersedia menjadi pengujinya.(Laporan Mahendra Dewanata dari Bandung)