PP PBVSI Resmi Membatalkan Kompetisi Bola Voli Proliga 2021

Putri BJB Jaga Gengsi kalahkan BNI 46 3-0 (Foto : )

PP PBVSI resmi membatalkan kompetisi bola voli Proliga 2021. Pembatalan rencana Kompetisi Proliga Bolavoli 2021 menuai pro dan kontra dari pelatih dan Manajer klub. Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) memutuskan untuk membatalkan pelaksanaan Proliga 2021 tahun ini karena Pandemi Covid-19. Selain Itu PBVSI sampai saat ini belum mendapatkan konfirmasi kerja sama dengan pihak sponsor untuk mendanai kompetisi.Padahal PP PBVSI sudah siap menggelar kompetisi bolavoli kasta tertinggi di Indonesia tersebut jika ada yang mendanai kompetisi. Bahkan PP PBVSI sudah menyiapkan rencana untuk menggelar kompetisi Proliga pada bulan Juli atau Agustus 2021. Respon Pelatih dan Manajer Klub Soal Pembatalan Proliga 2021 Pelatih DKI Jakarta Muhammad Anshori telah mendengar keputusan PP PBVSI membatalkan rencana menggelar Kompetisi Proliga Bolavoli 2021. Anshori menyayangkan keputusan tersebut namun juga legawa karena kaitannya dengan aspek penting kompetisi."Kalau dibilang disayangkan ya memang. Tapi kalau enggak ada sponsor ya tidak akan jalan juga. Jadi kita harus legawa lah karena memang suasana juga ada COVID-19 ini jadi mengurangi daya tarik tim," kata Anshori kepada pewarta Rabu (31/3/2021).Menurut Anshori jika kompetisi tahun ini jalan, klub DKI Jakarta sudah siap ambil bagian sebagai peserta. Apalagi timnya membutuhkan pengalaman menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua Oktober mendatang. Tim Bola Voli DKI Jakarta mematok target medali emas di PON Papua."DKI mau ikut Proliga sekalian pengalaman, kita punya target insya Allah emas tapi karena kondisinya masih labil, akhirnya dengan keadaan sekarang ini saja," ujarnya.Hal serupa diungkapkan Manajer Tim Putri BNI 46, Iman Agus Faizal. Menurutnya, manajemen sudah siap jika kompetisi Proliga Bola Voli 2021 dipastikan jalan."BNI sebenarnya sudah siap, tinggal menunggu keputusan dari PBVSI. Tapi ternyata sponsor tidak ada, ya saya tidak tahu internal mereka. Jadi ya mau dibilang apa," kata pria yang karib disapa Fafa saat ditemui secara terpisah."Karena manajemen sebenarnya sudah setuju kok dan PBVSI kan bahasannya antara Juni atau Juli jalan. Tapi saat ditanya tanggal dan pola dengan pandemi seperti apa, belum dijelaskan, karena ini kan kaitannya dengan sosialisasi dan itu harus diutarakan di depan karena terkait anggaran," dia menjelaskan."Tapi kembali lagi kami menghormati keputusan PBVSI meskipun yang disayangkan ya pemainnya ini tapi saya serahkan ke PBVSI sebagai bapak cabor voli," lanjut Iman Agus Faisal.