Polisi Selidiki Kasus 2 Mahasiswa Tewas Tenggelam di Embung UIN Raden Intan

MAHASISWA TENGGELAM (Foto : )

Tim Inafis Polres Bandar Lampung, melakukan olah tempat kejadian perkara atau TKP di lokasi tewasnya dua mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN), Raden Intan Lampung, korban tenggelam di kolam air kampus UIN, saat rayakan ulang tahun.Olah TKP ini, dilakukan untuk kelengkapan proses penyidikan pihak kepolisian untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya peristiwa yang menelan korban jiwa. Sementara, suasana duka menyelimuti keluarga salah satu korban tewas akibat tenggelam.Selain meminta keterangan saksi, penyidik Polresta Bandarlampung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).Sejumlah anggota Unit Inafis Polresta Bandarlampung memasang garis polisi di sepanjang areal embung, khususnya tangga yang menjadi lokasi terakhir kedua korban.Sedikitnya ada tiga tindakan kepolisian yang dilakukan penyidik. Pertama mengidentifikasi kondisi tangga untuk masuk ke dalam embung. Kedua mengukur luasan embung dan terakhir mengidentifikasi permukaan air.Kapolsek Sukarame AKP Poeloeng Arsa Sidanu mengatakan, proses olah TKP ini mengetahui secara utuh kronologi dan penyebab kematian kedua korban. Penyidik juga telah meminta keterangan kedua rekan korban yang ada di lokasi saat kejadian.“Kasusnya masih diselidiki. Ada juga saksi yang sudah kami mintai keterangan. Saat ini kami masih fokus untuk pengungkapan penyebab kematiannya,” ujar Poeloeng, Selasa (8/10/2019).Sementara pihak kampus UIN Raden Intan sangat menyayangkan peristiwa nahas yang dialami dua mahasiswa Azrul Amin dan Iqbal Firmansyah.“Kami sudah memanggil semua yang ada di lokasi dan diduga tahu soal kejadian ini. Namun sampai saat ini, kami juga belum mendapat kesimpulannya. Kami serahkan sepenuhnya kasus ini ke polisi,” ujar Wakil Rektor III UIN Raden Intan Lampung Wan Jabaludin.Sebelumnya, kedua mahasiswa Azrul Amin dan Iqbal Firmansyah tewas tenggelam di embung kampus setempat, Senin (7/10/2019).Teman-temannya mendorong korban Azrul ke dalam embung. Awalnya korban hanya basah kuyup karena tercebur di sekitar pinggiran embung. Lalu korban Iqbal Firmansyah tiba-tiba melempar sepatu Azrul ke tengah embung yang dalam.Azrul berusaha mengambil sepatu miliknya. Namun, korban seketika tenggelam. Korban Ikbal yang mengetahui temannya tenggelam berupaya menolong dengan ikut masuk ke dalam embung. Nahas, keduanya tenggelam.Teman-temannya berusaha menolong, tapi tidak dapat menemukan keduanya. Jasad kedua korban baru ditemukan setelah hampir satu jam pencarian.Saat ini, jenazah korban Azrul Amin telah dimakamkan di kampung kelahirannya di Desa Kalirejo, Lampung Tengah. Sementara korban Iqbal Firmansyah dimakamkan di TPU Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung.Sementara itu,  suasana duka menyelimuti keluarga salah seorang korban tewas akibat tenggelam, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan, Iqbal Firmansyah di kediamannya, di jalan Pramuka gang Maherat Hamid, Rajabasa, Bandar Lampung.Jenazah mahasiswa Fakultas Tarbiyah ini, usai disemayamkan di rumah duka dan dimandikan, langsung dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Nyunyai Ujung, Rajabasa. Selain Iqbal, satu korban meninggal lainnya, Azrul Amin dihari yang sama juga telah dimakamkan pihak keluarganya, di kediamannya di Kalirejo, Lampung Tengah.“Iqbal Firmansyah merupakan sosok anak yang mandiri, pintar dan baik. Bahkan, untuk membiayai kuliahnya, almarhum Iqbal bekerja nyambi menjadi ojek online. Atas kepergian anak semata wayang saya jelas membawa duka mendalam bagi keluarga  dan juga rekan mahasiswa. Kepergian Iqbal untuk selama lamanya ini, sebelumnya tidak merasakan Firasat apapun,” tutur Indra Gandhi, ayah korban.Sebelumnya, peristiwa naas meninggalnya dua mahasiswa Fakultas Tarbiyah UIN Raden Intan, terjadi pada senin siang, keduanya tenggelam di kolam embung buatan yang berada di belakang kampus UIN, Raden Intan, saat merayakan ulang tahun. Pujiansyah | Bandar Lampung, Lampung