Kabut Asap, BPBD Sumbar Bagikan Masker Untuk Warga di Jalan

KABUT ASAP SUMBAR (Foto : )

Akibat pembakaran lahan dan hutan yang terjadi di sejumlah wilayah serta dari provinsi tetangga yakni Riau, sejumlah daerah di Sumbar mulai diselimuti kabut asap.   Daerah yang diselimuti kabut asap, diantaranya Kabupaten 50 Kota, Payakumbuh, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Dharmasraya, dan Kota Padang. Mengurangi resiko kabut asap, BPBD Sumbar mulai membagikan masker ke pengendara jalan.Kondisi keadaan Kabupaten Dharmasraya, yang diselimuti kabut asap yang terjadi, dampak pembakaran lahan dan hutan yang terjadi di Kabupaten Dharmasraya, Pesisir Selatan, serta asap kiriman dari lahan hutan gambut, di provinsi Riau.Dampaknya jarak pandang pengendara terganggu, sebagian kendaraan menyalakan lampu besar.“Contohnya di jalan lintas Sumatera di daerah Pulau Punjung, Dharmasraya,” ungkap Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Dharmasraya, Rahmadian.Meski kabut asap yang terjadi di Kabupaten Dharmasraya sudah beberapa hari ini, beruntung belum ada masyarakat yang terkena sesak nafas sebagai dampak kabut asap tersebut.“Namun jika dibiarkan, maka akan mengganggu aktivitas warga, terutama pelajar,” ujar Dharmasraya, Rahmadian.Sementara itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat, mulai membagi-bagikan masker, terkait kabut asap yang mulai menyelimuti Kota Padang.“Pembagian masker ini, diutamakan kepada para pengendara di jalan utama, Kota Padang, Sumatera Barat,” kata Kepala BPBD Sumatera Barat, Eman Rahman.Namun sangat disayangkan, satu alat penghitung indeks standar pencemaran udara yang terletak di halaman kantor Gubernur Sumatera Barat, dalam keadaan tidak berfungsi, sementara dalam kondisi seperti ini alat tersebut sangat dibutuhkan, agar masyarakat tahu kondisi udara yang mereka hirup di lokasi tersebut. Wahyudi Agus | Padang, Sumatera Barat