Isak Tangis Pecah Saat Keluarga Melihat Lokasi Jatuhnya Pesawat Lion Air

keluarga korban lion jt-610 (Foto : )

www.antvklik.com - Isak tangis pecah saat keluarga korban dibawa ke lokasi jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP di perairan Karawang, Jawa Barat. Mereka tak kuasa menahan tangis melihat dalamnya dasar laut Jawa tersebut.Para keluarga korban berdiri di deck Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Banda Aceh. Sebelum memanjatkan doa, mereka diajak memutar lautan sebanyak dua kali putaran.Suasana haru pun memenuhi KRI Banda Aceh, para keluarga korban memanjatkan doa untuk anak, sahabat, Ayah atau Ibu yang menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610.[caption id="attachment_168187" align="aligncenter" width="1280"] Salah satu keluarga korban yang melihat lokasi jatuhnya pesawat Lion Air [/caption]Salah satu keluarga korban yang berdiri dipinggir deck kapal merasa sedih dan tak tahan salah satu keluarganya belum juga ditemukan dari proses identifikasi."Ya ampun, kasihan sekali," ucap salah satu anggota keluarga korban pesawat Lion Air.Mereka pun ingin anggota keluarganya yang menjadi korban pesawat Boeing 737 Max 8 cepat ditemukan dari proses identifikasi yang dilakukan di RS Polri Kramatjati.Sambil melihat kondisi perairan, keluarga korban berdoa di atas KRI Banda Aceh. Mereka pun mendoakan para tim SAR untuk selalu diberi kesehatan dalam proses evakuasi korban dan bangkai pesawat Lion Air yang membawa 189 orang penumpang termasuk pikot dan awak kabin."Semoga sampai di surga pada mu ya Tuhan, kami tahu itu yang terbaik buat kami, kami serahkan semua ke tangan-Mu, bantu kami ya Tuhan supaya cepat ditemukan. Bantu para penyelam, bantu yang di RS Polri untuk mudah proses identifikasi," Proses doa bersama tersebut kemudian diakhiri dengan tabur bunga. Namun prosesi tabur bunga tersebut tidak diikuti oleh seluruh keluarga korban.Untuk menuju ke lokasi jatuhnya pesawat nahas tersebut Keluarga korban dan tim media menaiki dua kapal perang milik TNI AL, yakni KRI Banda Aceh 593 dan KRI Banjarmasin 592 . Kedua kapal itu diberangkatkan dari dermaga Komando lintas laut militer (Kolinlamil) pada selasa (6/11) pagi pukul 08.00 WIB.Dengan adanya prosesi doa bersama dan tabur bunga ini, tidak menghentikan proses pencarian dan evakuasi para korban dan juga puing-puing pesawat Lion Air JT 610."Tidak dihentikan, diteruskan pencarian, sesuai dengan intruksi Presiden, kami kerja 24 jam untuk mencari mengumpulkan puing2 atau korban yang ada, untuk iemudian dibawa ke JICT," ujar Laksamana Muda TNI. Yudo Margono, Panglima Komando Armada 1.Hingga hari Senin (5/11) dari total 189 penumpang dan kru pesawat Lion air JT 610 yang mengalami kecelakaan, sudah 27 jenazah yang berhasil diidentifikasi oleh tim DVI Polri.Laporan Shandi March dan Achmad Djunaidi