Gempa 6,4 SR Lombok, Korban Bertambah Menjadi 13 Tewas 657 Luka-luka

Gempa 6,4 SR Lombok, Korban Bertambah Menjadi 13 Tewas 657 Luka-luka (Foto : )

www.antvklik.com - Gempa berkekuatan 6,4 skala richter mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (29/7) pagi. Ratusan kali lindu susulan terjadi. Kebutuhan mendesak saat ini adalah tenaga medis, tandu dan peralatan kesehatan.“Update gempa 6.4 SR di Lombok Timur: 13 meninggal dunia, ratusan luka-luka dan ribuan rumah rusak. Pendataan masih dilakukan,” demikian cuitan Kepala Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia Sutopo Purwo Nugroho. Data sementara BNPB Indonesia hingga Pukul 12.00 WIB tercatat 13 tewas dengan perincian  3 orang adalah warga Kabupaten Lombok Utara dan 10 lagi warga Lombok Timur.Sementara korban luka-luka berjumlah 657 orang dengan perincian sebanyak  637 orang adalah warga Kabupaten Lombok Utara dan 20 lagi warga Kabupaten Lombok Timur. Untuk rumah warga yang mengalami kerusakan berjumlah 464 bangunan yang terdiri sebanyak 263 rumah warga Kabupaten Lombok Utara, 195 rumah di Lombok Timur, 2 rumah di Kabupaten Lombok Utara dan 2 rumah lagi milik warga Kabupaten Sumbawa Barat.Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) 3 Kabupaten di Nusa Tenggara Barat yakni Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Utara bersama dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Barat telah mendirikan 2 tenda pengungsi, memberikan bantuan peralatan dan logistik berupa 275 dus mie instan dan 275 dus air mineral.Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tengah menuju ke lokasi  untuk pendataan dan kaji cepat.https://www.youtube.com/watch?v=HUxtgS-gWMQ&feature=youtu.beSementara Kepala Badan Meteorologi, Klimatalogi, dan Geofisika (BMKG) Pusat, Dwikorita Karnawati, dalam keterangan tertulisnya di laman BMKG, meminta kepada masyarakat untuk waspada terhadap ancaman lindu susulan meskipun dengan intensitas dan magnitude yang kecil."Hingga saat ini (pukul 15.00 WIB) telah terjadi 133 kali gempa susulan dengan magnitudo terbesar 5,7 Skala Richter. Karenanya kami meminta masyarakat untuk tetap waspada namun tetap tenang dan jangan panik," ungkap Dwikorita, Minggu (29/7).Dwikorita juga meminta masyarakat untuk tidak mempercayai berita hoax yang menyebar pasca guncangan lindu. Hingga saat ini, katanya, BMKG terus memantau perkembangan lindu dari Pusat Gempa Nasional (PGN) Jakarta."Guna mengantisipasi munculnya informasi simpang siur dan hoax, BMKG melalui akun Twitter @InfoBMKG akan terus menginformasikan perkembangan gempa," tuturnya.Lebih lanjut, Dwikorita menerangkan hasil analisis BMKG bahwa lindu yang terjadi di Lombok merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust) yang dipicu deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).Guncangan gempa bumi ini dilaporkan telah dirasakan di daerah Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur, Mataram, Lombok Tengah, Sumbawa Barat dan Sumbawa Besar pada skala intensitas II SIG-BMKG (IV MMI), Denpasar, Kuta, Nusa Dua, Karangasem, Singaraja dan Gianyar II SIG-BMKG (III-IV MMI). Sementara di Bima dan Tuban II SIG-BMKG (III MMI), Singaraja pada skala II SIG-BMKG atau III MMI dan Mataram pada skala II SIG-BMKG atau III MMI.Sehubungan dengan masih adanya gempa-gempa susulan, masyarakat dihimbau supaya tidak menempati bangunan-bangunan yang kondisinya sudah rusak akibat gempa utama."Gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," imbuh Dwikorita. (Sumber: BNPB Indonesia dan BMKG)   Baca juga: